CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Tampilkan postingan dengan label info comp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info comp. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2009

VSAT

VSAT (dalam bahasa Inggris, merupakan singkatan dari Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.

Mengirim Dan Menerima Data

Mendapatkan data Internet dari setelit sama dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit.



Data dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh sebuah alat decoder pada sisi pelanggan. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-encode dan di-decode terlebih dahulu. Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Selain C-Band ada juga KU-Band. Namun C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz).

Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh.
Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan konektifitas yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT.

Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte. Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap sub-frame adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya.

Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.

Perangkat

Terminal Antena Sangat Kecil adalah alat di stasiun bumi dan digunakan untuk mengirim serta menerima pancaran frekwensi daripada satelit. Antena VSAT berukuran lebih kurang 2 hingga 10 kaki (0.55-12 m) dipasang di atap ,dinding atau atas tanah dan pemilihan besar kecilnya antena sangat tergantung pada jenis frekuensi (misalnya C band atau Ku band) yang akan digunakan.

Komponen

Komponen VSAT, terdiri dari:

* Unit Luar (Outdoor Unit (ODU)):
1. Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di tanah.
2. BUC (Block Up Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).
3. LNB (Low Noise Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx).

* Unit Dalam (Indoor Unit (IDU)):
1. Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter.
2. IFL (Inter Facility Link). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).

* Satelit
1. Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio.

menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima dan menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi / Kabupaten.

* Kapasitas muat turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehinga mencapai 45 Mbps**
* Kapasitas muat naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehinga mencapai 1.1 Mbps**
* Kontrak perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps muatnaik

Kedudukan Satelit

Jenis-jenis satelit bergantung kepada kedudukannya dengan permukaan bumi.

Ada 4 jenis satelit :

* GEO -Geostationary (geo-synchronous) earth orbit
* MEO -Medium earth orbit
* LEO - Low earth orbit
* HEO -Highly elliptical orbit

Keunggulan dan kekurangan

Keunggulan VSAT:

* Pemasangannya cepat.
* Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi.

Kekurangan VSAT:

* Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air).
* Memakan tempat, terutama untuk piringannya.
* Sumber : wikipedia
Selengkapnya...

Optimalisasi Koneksi Internet dengan “Full Speed”

Bagi kita ‘penjelajah internet’ pasti mendambakan koneksi internet yang cepat, sehingga kita dapat membuka halaman web dengan lancar dan mendownload data-data yang kita perlukan di dunia maya. Bayangkan saja, kalau kita berhadapan dengan koneksi yang lelet,

padahal kita harus segera menyelesaikan pekerjaan dan apa yang kita butuhkan sebenernya sudah tersedia di internet, ditanggung pasti !@#!!@!$#@! (saking marahnya sampe gak bisa dituliskan, he he he). Apalagi kalau kita hobi ngeblog, dengan adanya koneksi yang lancar dan cepat akan memudahkan kita dalam mengupdate data.

Nah, ini ada satu lagi software berbasis Windows yang bisa membantu kita dalam menjelajahi dunia internet, namanya Full Speed dari Versis. Full Speed akan membantu mempercepat koneksi internet yang sedang kita gunakan, baik itu koneksi dial up atau broadband.


Bagaimana Full Speed mempercepat koneksi internet?


Secara konsep “Full Speed” akan melakukan konfigurasi ulang pada sistem windows yang kita gunakan sehingga koneksi internet yang ada bisa lebih optimal dan memaksimalkan transfer data baik dalam sebuah jaringan ataupun transfer data internet, karena kemampuan transfer data di internet semakin lama semakin bertambah cepat,


tapi karena keterbatasan Windows yang sudah lama kita gunakan, maka kecepatan data yang meningkat tersebut tidak dapat diterima secara maksimal oleh Windows, bahkan Windows Vista sekalipun (berdasar rumor Windows Vista malah menjadi produk gagal dari Windows).

Di sinilah fungsi dari software Full Speed ini, yang akan memperbaiki konfigurasi pada Windows dengan mudah, tanpa harus kita mengubah registri atau konfigurasi lainnya yang cukup rumit, serahkan saja pada Full Speed untuk menyelesaikan. Oh, iya software ini walaupun untuk Windows, tapi bukan berarti hanya berfungsi untuk IE (Internet Explorer) saja, tapi juga bisa memaksimalkan Firefox.

Penggunaan aplikasi ini cukup mudah, setelah kita download, jalankan aplikasi ini. Hal pertama yang kita lakukan adalah melakukan pengujian kecepatan pada koneksi internet yang sedang kita pakai.

Pada panel Full Speed akan ada 2 pilihan, untuk pengguna IE dan Firefox, pilih sesuai dengan browser yang biasa kita pakai. (sebagai contoh di sini saya pilih Firefox)

Klik tombol Web Speed Test, dan tunggu beberapa saat, hingga Full Speed selesai melakukan pengujian koneksi, dan menampilkan hasil pengujian berupa waktu yang dibutuhkan dalam membuka satu halaman web. (ingat-ingat waktu yang dibutuhkan, karena nanti akan kita bandingkan dengan setelah proses optimalisasi selesai dilakukan)

Pilih Ok, dan Ok lagi untuk kembali masuk ke panel Full Speed dan melakukan proses optimalisasi koneksi internet.

Sekarang akan aktif 3 tombol baru, Apply Full Speed Boost, Original Windows Setting, dan Pro Boost. Untuk meningkatkan performa windows dan browser yang kita pakai, silakan klik Apply Full Speed Boost, jangan lupa jika kita menggunakan koneksi dial up, maka centang juga pilihan I only have a standard Dial-Up modem.

Jika menggunakan koneksi broadband, maka kita bisa memilih Pro Boost.

Sedangkan untuk mengembalikan parameter seperti standar windows, silakan pilih Original Windows Setting.

Setelah kita pilih Apply Full Speed Boost, tunggu beberapa saat.

Di sini kita bisa melakukan pengujian kecepatan kembali dengan memilih Show My Speed Improvements Now!, kemudian kita pilih kembali sesuai browser yang kita pakai, dan lihat hasil pengujiannya, bandingkan waktu yang dibutuhkan untuk membuka halaman web. (disarankan untuk merestart Windows terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang optimal).

Selesai.

Mudah kan prosesnya, jika tertarik untuk mencoba Full Speed, dapat mendownload di getfullspeed atau bisa juga di sini.

Selamat mencoba.

Sumber : ariawijaya
Selengkapnya...

Kamis, 02 Juli 2009

Sistem Kendali Digital

sinstem kendali digital telah memasuki akhir abad 20 ini, sejalan dengan keberhasilan perkembangan mikroprosesor dan komputer, dunia diserbu dengan kehadiran berbagai produk elektronik yang serba otomatis.

Hal ini juga merupakan jawaban terhadap tuntutan masyarakat menghendaki peralatan" yang serba cepat dan efisien, terutama memasuki era globalisasi sekarang ini. Diharapkan dengan menggunakan peralatan serba otomatis, selain mampu memperoleh hasil yang lebih baerdaya guna dan berhasil guna, juga mampu menekan kesalahan yang bersumber dari manusia (human error).


Untuk memenuhi tuntutan masyarakat luas dan agar dapat bersaing di pasar dunia, terutama memasuki era pasar terbuka, dunia industri pun dituntut untuk terus menghasilkan produk-produk baru.
Sebagai akibatnya kebutuhan akan energi listrik pun semakin bertambah besar. Agar energi listrik yang tersedia mampu digunakan secara efisien, berbagai usaha pun dilakukan oleh pihak penyedia listrik. Salah satu diantaranya adalah melakukan otomatisasi pembangkit listrik.

Konsep Otomatisasi

Pada tahap awal perkembangannya, pembangkit listrik dirancang untuk beroperasi dengan pola base-load. Dengan pola ini, pembangkit dapat selalu beroperasi penuh tanpa melihat beban yang diperlukan konsumen. Dengan demikian, banyak daya listrik yang terbuang. Untuk mengatasi masalah ini, pola operasi pun diusahakan untuk diubah. Pola operasi yang paling diharapkan adalah full load-following.

Dengan pola ini, pembangkit akan beroperasi secara otomatis mengikuti tingkat kebutuhan daya yang digunakan konsumen.
Namun, untuk mengoperasikan pembangkit listrik dengan pola ini dibutuhkan sistem pengendali yang benar" canggih, khususnya pada pembangkit listrik yang sistemnya sangat kompleks seperti PLTN (Pusat Listrik Tenaga Nuklir).

Setingkat di bawah pola full load-following adalah semi load load-following. Pada pola ini sistem pembangkit uap selalu beroperasi secara penuh (seperti base-load), sedangkan frekuensi turbin dan generator melalui kendali frekuensi otomatis (automatic frequency control disingkat AFC).
Sistem pengendali yang diperlukan pada pola ini, meski pun tidak serumit pola full load-following, tingkat otomatisasinya harus tinggi. Hal ini disebabkan perubahan operasi pada turbin dan generator akan mempengaruhi pula sistem pembangkitan uapnya. Saat ini, pola inilah yang mulai diterapkan pada pembangkit-pembangkit listrik bertenaga batu-bara dan gas.

Sistem Kendali Digital (Digital Control System)

Berbeda dengan sistem kendali diaplikasikan pada peralatan elektronik yang biasa kita gunakan sehari", perkembangan sistem kendali pada pembangkit listrik boleh dikatakan sangat lamban.
Bila pada peralatan elektronik seperti telepon, AC, refrigerator, radio dan TV telah digunakan sistem kendali digital modern seperti fuzzy dan neural network, maka pada pembangkit listrik yang umumnya masih dipakai adalah sistem kendali klasik PID (proportional-integral-derivative).

Hal ini disebabkan kondisi sistem pembangkit listrik sangat kompleks dipandang dari sudut pengendalian. Bila peralatan elektronik kayak, radio, mesin cuci, dan refrigerator merupakan sistem linier dan umumnya merupakan sistem dengan masukan dan keluaran tunggal (SISO= single input single output), maka pembangkit listrik merupakan sistem dengan masukan dan keluaran banyak (MIMO=multi input multi output) dan bersifat tak llinier.

Selain itu umumnya pembangkit listrik memiliki sistem kendali lebih dari satu, masing-masing mengendalikan satu sub-sistem.
Karena sub-sistem sub-sistem tersebut bekerja saling berhubungan maka sistem kendalinya pun harus saling berhubungan. Kemudian untuk lebih menjamin keamanan, pada sebagian jenis pembangkit listrik, sistem kendalinya masih dibagi atas sistem kendali proses (prosess control system) dan sistem kendali proteksi (protection control system).

Ini memerlukan tingkat otomatisasi yang tinggi yang hanya dapat ditangani oleh digital sistem kendali dengan prosesor komputer paralel.
Kompleksnya sistem pembangkit listrik menyebabkan upaya pemanfaatan kendali digital dilakukan setahap demi setahap. Bagian paling utama yang diupayakan untuk diganti adalah ruang pengendali. Hal ini terutama untuk mengurangi kesalahan yang bersumber dari operator (human error).
info diatas diambil dari global komp, dan dengan renovasi ulang..
Selengkapnya...

JARKOM (jaringan komputer)

Surat kabar, buku, radio dan telelvisi sudah merupakan bagian kehidupan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan bertambah canggihnya teknolgi mikroelektronika, Fax dan komputer akan mengambil porsi yang cukup besar dalam dunia informasi di Indonesia. Lima tahun yang lalu, nomor telepon di perkantoran yang khusus digunakan untuk fax masih sangat langka.

Saat ini, nomor telepon Fax sudah merupakan hal yang lazim digunakan di perkantoran. Hal ini menunjukkan bahwa informasi memegang peranan dalam beberapa bidang penting seperti bidang usaha, industri dan pendidikan.


Kelancaran proses aliih informasi dan pengolahan data akan sangat membanu berkembangnya dunia usaha, industri dan pendidikan untuk banyak hal, proses alih informaaasi dan pengolahan data akan lebih cepat jika berlangsung antar komputer dibandingkan dengan fax. Bukan tidak mungkin, saluran khusus untuk komunikasi antar komputer (lebih dikenal sebagai jaringan komputer) merupakan hal yang lazim di masa mendatang.

Untuk memungkinkan komunikasi antar komputer, prasarana jaringan komputer yang meliputi wilayah luas perlu dikembangkan. Beberapa alternatif telah dicoba dikembangkan, seperti SKDP (PT Telkom) dan tak lama lagi di beberapa daerah kecil akan beroperasi sistem ISDN (juga dikelola oleh PT Telkom). Alternatif lain yang cukup menarik untuk dikaji adalah jaringan komputer paket radio yang saat ini digunakan oleh tidak kurang dari 2400 orang di seluruh Indonesia, dengan komposisi pengguna : 69% pengguna di perguruan tinngi, 18% pengguna di lembaga pemerintah, 4% pengguna di lembaga pemerintahan, 4% pengguna di lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan 5% pengguna berada di industri/badan kooomersial.

Teknologi yang digunakan pada jaringan komputer, merupakan perkembangan teknologi SKDP (PT Telkom). Protokol AX.25 digunakan pada link layer, yang merupakan perkembangan protokol X.25 (SKDP). Diatas protokol AX.25 digunakan protokol/InterNet Protokol yang memungkinkan integrasi berbagai jenis komputer ke dalam jaringan. Adapun aplikasi utama yang dijalankan dalam jaringan komputer ini adalah :

Surat elektronnik.
Diskusi / konferensi secara elektronik.
Pengiriman berkas / file secara elektronik
Akses pada distributed database.
Fasilitas talnet untuk kerja pada komputer yang berjauhan.

Satu hal yang membedakan aplikasi jaringan komputer dengan teknologi lainnya adalah tidak adanya batasan dimensi ruang & waktu. Sebagai contoh, diskusi / seminar / konferensi secara elektronikdapat berlangsung kapan saja, di mana saja bahkan tidak terikat pada batas-batas negara. Globalisasi sangat terasa dengan adanya jaringan komputer.

Pada kesempatan ini akan dibahas secara garis besar beberapa alternatif perangkat keras yang dapat digunakan di PaguyubaNet. Usaha-usaha yang tengah kami lakukan untuk membuat prototipe sederhana perangkat ini akan dilaporkan.
Prototipe perangkat keras yang akan dikembangkan sangat sederhana sehingga mudah diadopsi oleh industri elektronika di Indonesia dan bahkan sebetulnya para hobby elektronnika dapat merakit sendiri dengan mudah. Akhirnya, pemikiran tentang standarisasi arsitektur jaringan akan diketengahkan.

Tiga alternatif konfigurasi perangkat keras untuk mengkaitkan komputer mikro ke jaringan komputer wilayah luas menggunakan radio
komputer mikro terminal node controller radio
komputer mikro medan kecepatan tinggi radio
komputer mikro
I/O card modem kecepatan tinggi radio

Alternatif perangkat keras untuk bergabung dalam PaguyubaNet secara umum dapat dibagi dalam tiga pilihan seperti tampak pada Tabel 2. Perbedaan utama alternatif satu dangan yang lain adalah pada perangkat keras perantara komputer mikro dengan radio. Tiap alternatif mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pilihan pertama adalah konfigurasi yang umum digunakan oleh stasiun PaguyubaNet di Indonesia. Alternatif ini terdiri atas kombinasi komputer mikro-Terminal Node Controller ( TNC)-radio. Perangkat TNC yang digunakan umumnya dibeli dari luar negeri. Prosesor mikro dalam TNC menjalankan program yang mengatur tata cara komunikasi antar dua komputer dalam jaringan. Tata cara ini dikenal dengan sebutan AX.25. Selain prosesor mikro dalam TNC, terdapat rangkaian modem untuk memungkinkan pengiriman data menggunakan radio. TNC sudah dapat kita buat sendiri di ITB dengan biaya setengah dari harga jual TNC buatan luar negeri.

Penggunaan konfigurasi 1 memungkinkan pengkaitan bermacam-macam jenis komputer mikro dalam jaringan PaguyibaNet melalui perangkat TNC. Perangkat lunak yang digunakan dikenal sebagai Network Operating System (NOS) yang memungkinkan menjalankan TCP/IP sehingga bisa mengkaitkan network menggunakan radio dengan sistem jaringan lainnya. Perangkat NOS dapat diperoleh secara cuma-cuma dari kami di Computer Network Research Group, IUC Micro-electronics ITB.

Saat ini, jenis komppputer mikro yang umum digunakan di Indonesia adalah PC kompatibel. Melihat keseragaman jenis komputer mikro, maka rpogram AX.25 yang dijalankan dalam TNC sebetulnya dapat kita pindahkan ke komputer mikro. Cukup dengan menambahkan "medem berkecepatan rendah" (1200 bit per detik), komputer mikro dapat disambungkan ke PaguyubaNet seperti tampak pada alternatif 2.

Modem kecepatan rendah ini sangat sederhana dan mudah dirakit oleh industri kecil elektronika bahkan oleh para hobby elektronika. Rangkaian untuk modem sederhana 1200bps sudah cukup luas dipublikasikan di Indonesia, seperti majalah InfoKomputer dan majalah Elektron. Beberapa industri kecil sudah mulai memproduksi modem ini dengan harga jual sekitar Rp 150.000/modem. Saat ini, modem 1200bps sederhana ini yang menjadi tulang punggung perkembangaan jaringan di Indonesia.

Alternatif terakhir (3) adalah konfigurasu stasiun paket radio untuk operasi kecepatan tinggi. Kecepatan modem yang tengah dijajaki adalah 56Kbps minimum (sekitar lima puluh kali lipat kecepatan yang digunakan pada alternatif 1 dan 2).
Alternatif ini diperlukan untuk menyambung berbagai jaringan komputer lokal di gedung-gedung yang umumnya berkecepatan tinggi (sekitar 10Mbps). Juga sebagai tulang punggung saluran komunikasi data kecepatan tinggi antar kota. Pembuatan prototipe alternatif 3 tengah dijajaki oleh beberapa staff peneliti di jurusan Teknik Elektro ITB dengan mengadopsi teknologi di PaguyubaNet.

Prototipe perangkat yang perlu dikembangkan adalah, card komunikasi khusus pada mikro komputer untuk bekerja pada kecepatan tinggi; Modem kecepatan tinggi; dan perangkat radio khusus yang mampu bekerja pada kecepatan tinggi. Proses perancangan dan perangkat-perangkat ini relatif cukup rumit dibandingkan dengan alternatif-alternatif sebelumnya. Walaupun demikian, kami yakin industri elektronika yang cukup besar seperti PT INTI, PT LEN Industri, PT Elektrindo Nusantara dan PT Elnisa mampu melakukan hal-hal ini dengan baik.

Tata cara komunikasi merupakan faktor penting pada pengkaitan jaringan komputer lokal digedung-gedung menggunakan alternatif 3. Pemilihan tata cara komunikasi dilakukan dengan memperhitungkan kompatibilitas dengan cara komnukasi yang umum digunakan.

Saat ini, tata cara komunikasi TCP/IP merupakan standar yang digunakan di jaringan-jaringan komputer lokal di gedung-gedung. TCP/IP mulai dikembangkan sekitar sepuluh tahun lalu atas biaya angkatan bersenjata Amerika Serikat. TCP/IP mengatur pengkaitan berbagai komputer dalam jaringan yang terkait wilayah luas tanpa tergantung pada jenis saluran fisik yang digunakan. Keandalan jaringan diawasi secara seksama selama prosees komunikasi berlangsung. Berbagai penggunaan seperti pengiriman surat elektronis dan file antar komputer dapat dilakukan dengan mudah menggunakan TCP/IP.

Jelas bahwa proses pengembangan jaringan komputer wilayah luas akan sangat dipermudah dengan mengadopsi tata cara komunikasi standar seperti TCP/IP.

TCP/IP saat ini tengah giat dipelajari dan dikembangkan antara lain di Computer Network Research Group, PAU Mikroelektronika ITB. Keterangan cukup lengkap, berupa buku dan file di disket komputer, source code perangkat TCP/IP dapat diperoleh secara non-komersial dari lembaga di atas.
Perangkat lunak beserta source code (file program) TCP/IP untuk komputer mikro dapat diperoleh secara non-komersial untuk penggunaan di dunia pendidikan dan amatir radio. Pengambangan perangkat lunak ini tengah dilakukan di lembaga di atas untuk membuka kemungkinan pengkaitan jaringan komputer lokal di berbagai gedung perkantoran menggunakan radio.
diambil dari global komp tentang jaringan komputer
Selengkapnya...

MS Windows

Sejak 1980, Microsoft mengembangkan GUI (Graphical User Interface) pada Windows, untuk menjebatani pemakai DOS. Pengembangan bertujuan untuk berkompetisi dengan Machintosh yang telah lebih dulu menawari user friendly.

Pada 1990, versi GUI Microsoft (Microsoft Windows 3.0) mendekati user friendly Machintosh, hanya harus berjalan di atas DOS.

Setelah keluar dari kerjasama IBM dalam pengembangan sistem operasi generasi baru (OS/2) yang mengeksploitasi keampuhan mikroprosesor secara maksimal. Microsoft mengembangkan Microsoft Windows NT dengan user interface serupa Microsoft Windows 3.1 tapi didasrkan konsep yang sangat amat berbeda.



Microsoft Windows NT mengeksploitasi daya/kemampuan mikroprosesor dan menyediakan multitasking penuh pada lingkungan single-user.

Rancangan Pokok
Terdapat 2 rancangan pokok kebutuhan sistem operasi di masyarakat menurut Microsoft, yaitu
- Sistem operasi untuk sistem mainstream (banyak pemakai).
- Sistem operasi untuk sistem leading-edge (memanfaatkan pemroses)

Kemudahan untuk pemakai
- Antarmuka GUI seperti meja kerja
- Plug n play, pemasangan perangkat baru akan secara otomatis dideteksi dan dikonfigurasi oleh sistem.
- Nama file yang panjang
- Built-in Networking, fasilitas jaringan terintegrasi di sistem operasi dengan kemudahan pengkonfigurasian.
- Pengamanan level pemakai pass-through.
- Registry, semua informasi mengenai sistem disatukan sehingga mempermudah pengelolaan sistem.

Antarmuka dengan Sistem
- Kebanyakan dilakukan melalui fasilitas berbasis grafik: menu, icon
- Tersedia taskbar yang mempermudah pindah-pindah aplikasi yang saat itu dijalankan sistem operasi.
- Terdapat jendela untuk mengetikkan baris perintah langsung.

Keluarga Microsoft Windows menyediakan kumpulan system call (API) yang dipanggil program aplikasi seperti memanggil fungsi/subrutin. Keluarga Microsoft Windows dikembangkan dengan C, system call berbentuk fungsi bahasa C. Meskipun demikian dapat memanggil dalam bahasa apapun, kompilator atau interpreter menerjemahkan menjadi panggilan ke sistem operasi Windows.

Kumpulan system call (API) di keluarga Microsoft Windows (Window 95, Windows NT, Windows CE) disebut Windows 32 API. Bentuk fungsi, struktur, pesan, makro dan antarmuka konsisten dan seragam untuk keluarga Microsoft berbasis 32 bit.

Seluruh keluarga Microsoft Windows menggunakan Win32 API sehingga pengembangan program menggunakan Win32 API dijamin dapat dikompilasi dan dijalankan di seluruh keluarga Microsoft Windows.

Win32 API memungkinkan aplikasi mengeksploitasi kemapuhan keluarga Microsoft Windows.

Perbedaan dalam implementasi bergantung kemampuan sistem operasi, seperti halnya pengamanan hanya tersedia di Windows NT.


Kategori Win32 API
- Window Management
- Window Control
- Shell Features
- Graphics Device Interface
- System Services
- International Features
- Network Services
pengambilan data dari globalcomp
Selengkapnya...